foto1
Visi RSUD Kardinah
foto1
Misi RSUD Kardinah
foto1
Raden Ajeng Kardinah
foto1
Pelayanan RSUD Kardinah
foto1
Peragaan Cuci Tangan

(0283) 356067
rsukardinahtegal@gmail.com
SMS: 081 393 50 8000



Sudah menjadi kewajiban bagi sebuah rumah sakit untuk menjamin keselamatan dan keamanan pasiennya. Sebagai tempat yang banyak dikunjungi orang, tak dipungkiri bila rumah sakit menjadi sasaran empuk bagi pelaku tindak kriminal penculikan. Pelaku tidak hanya mengincar barang atau materi milik pasien, hal yang perlu diwaspadai adalah penculikan bayi.

 Seperti diketahui, kasus penculikan bayi beberapa kali terjadi di rumah sakit milik pemerintah. Penculikan bayi menjadi perhatian RSUD Kardinah. Untuk mencegah hal itu terjadi, RS pemerintah ini melakukan antisipasi dengan meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan. Seluruh unsur mulai dari tenaga kebersihan hingga direktur rumah sakit,mulai kini diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gerak-gerik orang yang mencurigakan, yang berniat melakukan aksi kejahatan di RS tersebut. Pihak RS bahkan menjalin kerja sama dengan Polres Tegal Kota untuk memberi pelatihan melalui simulasi penculikan bayi. Simulasi yang dilakukan Rabu (11/2) pagi, diikuti puluhan karyawan seperti satpam, perawat, dokter hingga direktur RSUD Kardinah.

Seribu Pengunjung Melalui simulasi tersebut, karyawan menjadi tahu, titik-titik rawan penculikan, modus operandi yang dilakukan penculik dan bagaimana penanganan saat menghadapi tindak kejahatan tersebut. Direktur RSUD Kardinah, dokter Abdal Hakim Tohari yang kemarin langsung memimpin simulasi mengatakan, setiap hari jumlah pengunjung RSUD Kardinah mencapai seribu orang. Dengan jumlah pengunjung yang keluar masuk rumah sakit, pihaknya harus sangat berhati-hati dalam melakukan pengamanan. ”Salah satu yang riskan adalah kehilangan bayi. Karena bayi itu, perawatannya bisa lepas dari orang tua.”

Menurut dia, dari beberapa kasus kehilangan bayi di rumah sakit, biasanya pelaku melakukan kejahatan dengan cara menyamar sebagai petugas kesehatan, seperti perawat atau dokter. Dengan menyamar sebagai perawat atau dokter, penculik akan lebih mudah membawa bayi. Karena pasien tidak menaruh curiga. ”Untuk mengantisipasi penculikan bayi, Polres Tegal Kota sudah menganjurkan dipasang Closed Circuit Television (CCTV). Satpam juga sudah melakukan pengawasan dengan keliling rumah sakit,”terangnya. Didampingi Wakil Direktur Bidang Pelayanan dokter Sri Primawati Indraswari, Abdal mengatakan, salah satu upaya pengamanan kepada bayi yang dirawat di RS, pihaknya telah memberi gelang khusus di setiap bayi. Meski demikian diakui, bila RSUD Kardinah masih sulit mengimplementasikan pengaturan jam besuk maupun pembatasan jumlah pengunjung (sumber-suaramerdeka.com)

Pengunjung

197007
Hari IniHari Ini50
KemarinKemarin144
Minggu IniMinggu Ini1032
Bulan IniBulan Ini3056
SemuaSemua197007