foto1
Visi RSUD Kardinah
foto1
Misi RSUD Kardinah
foto1
Raden Ajeng Kardinah
foto1
Pelayanan RSUD Kardinah
foto1
Peragaan Cuci Tangan

(0283) 356067
rsukardinahtegal@gmail.com
SMS: 081 393 50 8000



ULKUS DIABETIKUM

(Luka Karena Penyakit Diabetes Melitus)

Pengertian

Salah satu komplikasi penyakit diabetes melitus yang sering dijumpai.

Ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lendir dan atau kematian jaringan yang luas dan disertai invasif kuman saprofit.

Kuman saprotif kuman saprofit tersebut menyebabkan ulkus berbau.

       Ulkus Diabetik jika dibiarkan akan menjadi gangren, kalus, kulit melepuh, kuku kaki yang tumbuh kedalam, pembengkakan ibu jari, pembengkakan ibu jari kaki, jari kaki bengkok, kulit kaki kering dan pecah, kaki atlet.

       Sekitar 15% penderita diabetes melitus (DM) dalam perjalanan penyakitnya akan mengalami komplikasi ulkus diabetika terutama ulkus di kaki. Sekitar 14-24% di antara penderita kaki diabetika tersebut memerlukan tindakan amputasi.

KLASIFIKASI ULCUS/GANGGREN DM

       Derajat 0              : Tidak ada lesi terbuka, kulit masih utuh dengan kemungkinan disertai kelainan bentuk kaki seperti “ claw,callus “.

       Derajat I               : Ulkus superfisial terbatas pada kulit.

       Derajat II             : Ulkus dalam menembus tendon dan tulang.

       Derajat III            : Abses dalam, dengan atau tanpa osteomielitis.

       Derajat IV            : Gangren jari kaki atau bagian distal kaki dengan atau tanpa selulitis.

       Derajat V             : Gangren seluruh kaki atau sebagian tungkai

GEJALA KLINIS 5 P YAITU :

1.         Pain (nyeri).

2.      Paleness (kepucatan).

3.      Paresthesia (kesemutan).

4.      Pulselessness (denyut nadi hilang)

5.      Paralysis (lumpuh).

PENATALAKSANAAN ULKUS DIABETIK:

       Diet

       Pemantauan gula darah

       Terapi

       Perawatan luka

       Tindakan bedah (Debridement hingga amputasi) Tujuan debridemen bedah adalah untuk :

                1. mengevakuasi bakteri kontaminasi,

                2. mengangkat jaringan nekrotik sehingga dapat mempercepat penyembuhan,

                3. Menghilangkan jaringan kalus,

                4. Mengurangi risiko infeksi lokal. 

 

Pengunjung

226446
Hari IniHari Ini13
KemarinKemarin183
Minggu IniMinggu Ini2028
Bulan IniBulan Ini5048
SemuaSemua226446